"IDIH HOMO."
"Ya abis.. Kan bukan muhrim, Dheey.."
"Yaudah.. Huh! Sekarang puter lagi."
Lalu, ujung botol mendarat di hadapan Dheeydheey. "DHEEYDHEEY!!!!! HAHAHAHAHAHAHH! RASAIN!!!" Ujar Alheep.
"Nyante Lheep.."
"TRUTH OR DARE!!!"
"Truth deh..." Ujar Dheeydheey.
"Oke, apa yang lo suka dari Ghalheeyh? Ghalheeyh kan gila, mkkb, bokep." Tanya Alheep.
"BOKEP! HAHAHAHAH!" Teriak Cheeypheey.
"Cheeyp..... Hahaahh. Okeh, jadi, yang gue suka dari Ghalheeyh itu dia baik sama gue, perhatian gue, trus dia unyu! AAAAAA! Eh ini kok gue jadi gila sendiri ya.." Jawab Dheeydheey. Ghalheeyh salting. Lalu tiba-tiba, mobil merah, mobil mamanya Dheeydheey datang ke sekolah untuk menjemput Dheeydheey. Ghalheeyh langsung kabur. "Ghal, kok lu kabur sih?" Tanya Alheep.
"Gue belom berani ketemu mamanya Lheep." Jawab Ghalheeyh.
"Cupu lo Ghal. Masa gitu aja takut?" Cheeypheey mengompori Ghalheeyh.
"Yaudah lah serah apa kata lo. Gue masih belom berani intinya."
--------------
"Lheep, kamu berani gak ketemu mamaku?" Tanya Cheeypheey tiba-tiba dalam perjalanan pulang.
"Kamu ngomong apa sih Cheeyp? Ya berani lah." Jawab Alheep.
"Jangan pacaran woy. Envy gue." Ujar Ghalheeyh envy karena Dheeydheey sudah pulang.
"Kalo envy jauh-jauh dari sini Ghal."
Ghalheeyh pergi menjauh. Lalu, tiba-tiba, Alheep berlutut. Ternyata, ia hanya ingin mengikat tali sepatunya. Cheeypheey menunggu angkot yang lewat. Lalu tiba-tiba, Alheep memanggil Cheeypheey. "Cheeyp,"
"Ya?" Ternyata Alheep sudah memegang sebuah kotak berwarna merah yang berisikan cincin bergambar pooh.
"Aku tau, ini masih lama, tapi.. Kamu mau kan selamanya jadi belahan jiwaku yang akan selamanya mendamoingiku sampai akhir hayatku?" Tanya Alheep.
Cheeypheey shock. Dia tidak bisa berbicara apa-apa. Tiba-tiba angkot yang mereka tunggu pun tiba.
"Mm.... Angkotnya udah dateng nih. Naik yuk." Ajak Cheeypheey.
Alheep pun pasrah. Akhirnya dia naik angkot dan pulang.
--------
Cheeypheey pulang-pulang langsung bbm Dheeydheey dan menanyakan kepadanya apa yang harus Cheeyphey.
C: Dheey, Cheeypheey barusan ditanyain sama Alheep. Apakah kamu mau jadi blablabla aaaaaaaaa intinya itu kayak ngelamar. Tapikan Cheeypheey masih imuttimut seperti anak kecil....
D: Huuu pengennya. Eh serius Alheep ngelamar? Berani banget dia......
C: Gatau nih Dheey. Galau nih kayak Dheeydhey
---------
Keesokkan harinya, Cheeypheey sedang berjalan di koridor kelas 7 ingin pergi ke kamar mandi. Dan lalu ia berpapasan dengan seorang perempuan, kelas 7, bernama Rayshah. Rayshah dikabarkan dekat dengan Alheep. Pernah Cheeypheey mendengar seseorang menggosipkan Alheep dengan Rayshah. Lalu, Cheeypheey memperhatikan Rayshah lebih dekat. Ternyata Rayshah memakai cincin dengan gambar pooh.
"Dek, mau tau deh. Itu cincin belinya dimana?" Tanya Cheeypheey sok sksd dengan Rayshah.
"Gatau kak, aku dikasih sama temen." Jawab Rayshah. Temen? Jangan-jangan Alheep.....
"Siapa yang ngasih? ntar gue tanya deh sama orangnya."
"Yang ngasih? Rahasia dong kak... Hehehe."
"Serius nih dek. Gue soalnya suka banget sama pooh!"
"Dikasih Alheep kak. Kakak tau orangnya kan? Yang kece itu loh kak."
"Oh. Aheep? Yang ngocol itu? Oh. Iya iya gue tau. Makasih ya dek."
---------
Cheeypheey sedih. Kejam sekali Alheep memberikan cincin yang kemarin diberikan untuk Cheeypheey ke orang lain. Cheeypheey benar-benar sedih. "Cheeyp? Cheeypheey kenapa?" Tanya Dheeydheey.
"Hah? Gapapa Dheey."
"Boong. Ada masalah sama Alheep? Kenapa?"
"Huft.... Cincin yang kemaren dikasih ke Cheeypheey..... Ternyata udah dikasih ke orang lain, Dheey. Cheeypheey sedih."
"Hah? Gila jahat banget tuh si Alheep! Dikasih ke siapa Cheeyp?"
"Ke Rayshah."
langsung meninggalkanbangkunya dan bergalau di luar.
(To be continued)
The writer says:
The best part of making a story is to make the reader happy, entertained, and the reader curious.
No comments:
Post a Comment