Sunday, December 15, 2013

Good Movie For Holidays?

Today, I'm gonna write some films I watched and it was good.

99 CAHAYA DI LANGIT EROPA 
This movie is a very great and inspiring movie. Alhamdulillah gak nangis pas nonton, but it was so touching. Film ini berceritakan sepasang suami istri yang tinggal di Eropa karena sang suami, Rangga, mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah S3-nya di Jerman. Karena sang istri, Hanum, belum mempunyai pekerjaan, ia pun hanya berkeliling. Dan pada suatu hari, ia berkenalan dengan seorang warga Indonesia yang tinggal di sana bernama Fatma dan anaknya, Ayse.
Bersama Fatma, dia belajar tentang beberapa sejarah-sejarah Islam yang ada di Eropa, dan ia belajar bagaimana harus berbuat sesuatu jika diperlakukan kasar oleh orang lain. Setelah sekian lama berjalan-jalan dengan Fatma dan Ayse, ia belajar banyak hal. Dan akhirnya ia pun harus pergi ke Paris karena Rangga ada urusan di sana. Fatma memperkenalkan Hanum dengan temannya, Mar.....yah lanjutannya gak tau.........
Pokoknya, setelah aku nonton film ini, aku jadi mengetahui beberapa sejarah-sejarah Islam di Eropa yang aku belum pernah tau sama sekali. Walaupun film ini terkesan terlalu religius atau terlalu sejarahius, tetapi tetap dikemas sedemikian rupa agar para penontonnya tidak bosan. By the way, fyi, my friend said it's a true story.


FROZEN 
Film Disney yang satu ini, sangat unik, karena jalan ceritanya yang baru yang membuat para pecinta Disney movie tidak bosan dengan film-film Disney. Film ini mengisahkan sebuah kerajaan, terdapat dua orang anak perempuan yang akan meneruskan tahta kerajaan sang ayah. Salah satunya, Elsa, memiliki kekuatan super sejak lahir yaitu dapat membekukan segala hal. Dan suatu saat, ketika mereka sedang bermain, Elsa tidak sengaja mengenai adiknya, Anna, dengan sihirnya. Untuk menyembuhkannya, dengan menghilangkan ingatan Anna tentang kekuatan Elsa. Dan orang tua mereka menyuruh Anna untuk tidak boleh keluar kamar untuk mengontrol dirinya.
Dan ketika saatnya ia harus keluar untuk memimpin kerajaan karena orang tuanya telah meninggal saat badai. Tetapi, Anna malah membuat semuanya berantakan. Anna membuat Elsa kesal dan tiba-tiba saja dia membekukan segalanya. Ia pun kabur.
Film ini termasuk film musikal. Lagu-lagunya yaitu, Do You Want To Build A Snowman, For The First Time In Forever, Love Is An Open Door, Let It Go, dan masih banyak lagi. Film ini mengajarkan kita bahwa love isn't just a love between two lovers who love each other, but love is a love for siblings and family too. Jadi, film-film Disney itu gak semuanya tentang cewek cowok menikah selesai, but this one tells us about families too. So it's a family movie I think.

That was the film I've watched so far. Enjoy watching, good night! 

How To Jalan-Jalan With Only Rp 28.500

Ya kali ini aku mau ngebahas soal cara jalan-jalan atau having fun(including window shopping) hanya dengan Rp 28.500, cause that's what's happening to me today.

Here's what I did:
1. Don't eat/buy foods when you go out
2. Bring mineral water from home
3. Don't bring heavy things with you
4. Take busway/just walk
5. And for the window shopping, pretend you and your friends are siblings and wanted to buy something for your mom/anyone but nothing is good yay
6. Take your friends with you, I suggest you should take that person-who-likes-to-joke-around friend
7. I think that's all.....

JADI CERITANYA GINI

Aku, Kap, dan Galih ikut olimpiade IPA yang diselenggarakan di SMPN 41, yaitu SMP favorit.... Dan aku tidak bersekolah disana.............he..

Then, setelah selesai ngotak-ngatik fisika yang susahnya minta ampun, kita keluar..... Pas diluar, awalnya kita iseng mau masuk ke tempat penyayang binatang(?) yang berada di depan SMPN 41. Tapi karena banyak anjing, kita gak jadi dan kita ke depan untuk nyari makan saking lapernya. Setelah sampai di depan, kita ga nemu tempat jual makan, akhirnya one of us mengusulkan untuk ngebolang. Ngebolangnya kemana? Ya gak tau.... Kita jalan ke Ragunan buat ke halte busway, tapi gak tau tujuannya kemana. HIHIHI.

Next, kita naik busway dalam keadaan buta jalan dan gak tau harus kemana. Setelah ngobrol-ngobrol cukup lama di dalem busway sekalian ngadem, kita nyampe di halte busway Kuningan. Karena Kap ngerasa we're too far, akhirnya kita berhenti dan naik busway yang ke arah Penvill. Pas udah di dalem busway, Galih ngelawak gitu... dia niruin beberapa orang yang ada di dalem busway tersebut. Kap bilang, "ah malu-maluin ah, pura-pura ga kenal aja Dip." But i just can't stop looking at his silly face HAHAHA.

After that, mas-mas busway-nya ngomong "Pejaten Pejaten" karena aku dan Kap ngerasa kita turun disitu, aku berdiri. Tapi Galih bilang "bukan, bukan disini." Sampe agak beberapa lama kita berseteru, akhirnya kita keluar, and I'm right. Pas baru mau nyebrang, tiba-tiba Kap ngusulin ke Ace Hardware. Trus aku ngerasa gak enak, masa kita masuki cuma buat window shopping, except if we're with our family sih gapapa. Trus siapa gitu ngomong "Nanti kita pura-pura beli barang apa kek gitu disuruh mama" lalala akhirnya kita masuk.

Inside Ace Hardware, tibatiba Galih ngomong "Eh iya tadi mama nyuruh kita beli apa? Gelas ya? Gelas di mana?" Sampe nanya ke mas-mas Ace Hardware-nya segala.......... HAHAHAHA Trus akhirnya kita window shopping gitu ngeliat-liat barang-barang unyu di Ace Hardware. That was a funny experience.

Later, kita nyebrang dan, we didn't take the jembatan penyebrangan. Dan Kap stress setengah mati karena ga bisa nyebrang dan takut dimarahin... Akhirnya setelah jalan beberapa langkah, kita sampai di........... PENVILL YAAAYYYY. Di Penvill kita cuma ke gramed baca-baca buku gitu abis itu kita ke XXI karena Kap dijemput di Kemiri. Yaayy and then I went home.


That was an amazing experience I ever had. Kalo gak ada kalian maybe my day will be worse yaaay thankies guysssssss, teman-teman diskusiku yang kusayangi:))))<3

Tuesday, December 10, 2013

Story

            Pagi  itu cerah sekali di SMU Rhodes, SMU terfavorit di bilangan Texas. Sekolah itu ramai oleh suara murid-murid seperti biasanya, tetapi untuk pagi ini, koridor kelas tigalah yang paling ramai. Ternyata, keramaian itu berasal dari segerombolan anak-anak kelas tiga yang sedang berkumpul membicarakan sesuatu. Mereka sedang merencanakan pesta kejutan untuk ulang tahun Derrick, murid laki-laki yang paling diidolakan gadis-gadis di SMU Rhodes.
            “Aku akan berpura-pura menghilangkan iPod-nya. Ia pasti akan marah besar!” seru Hannah, sahabat terdekat Derrick, sambil tertawa terbahak-bahak.
            Hannah Gregory adalah gadis kelas tiga yang sangat cantik, pintar, dan populer. Ia telah bersahabat dengan Derrick sejak awal masuk SMU, karena mereka berdua selalu masuk kelas unggulan di sekolah mereka. Banyak yang bilang bahwa Hannah dan Derrick akan menjadi pasangan yang cocok bila mereka menjadi sepasang kekasih. Namun, baik Hannah maupun Derrick tak ada yang menghiraukan pendapat itu. Mereka berkata bahwa mereka cukup menjadi sahabat saja.
            Kriiing!!!
            Bel tanda dimulainya pelajaran berbunyi. Gerombolan anak-anak yang tadi berkumpul rupanya sudah bubar sejak beberapa menit yang lalu setelah mereka mencapai kesepakatan. Hannah pun melangkah masuk ke dalam kelasnya, lalu berjalan menuju tempat duduknya yang berada di sebelah tempat duduk Derrick. Sebelum guru biologi mereka, Nona Scott, memasuki kelas, Hannah meminjam iPod Derrick dengan alasan ingin melihat-lihat. Tanpa rasa curiga Derrick meminjamkannya, karena meminjam iPod sudah menjadi rutinitas Hannah sehari-hari. Setiap harinya, iPod Derrick bisa berada di tangan Hannah sampai jam pelajaran terakhir usai.
            Baru lima belas menit berlalu, tiba-tiba, Charlie, kapten futbol SMU Rhodes, masuk ke kelas Hannah dan Derrick dan meminta izin kepada Nona Scott supaya Derrick diperbolehkan keluar kelas. Derrick adalah salah satu anggota tim futbol SMU Rhodes. Charlie memang sering memanggil anak-anak tim futbol pada saat jam pelajaran untuk berkumpul membicarakan tentang pertandingan atau masalah lainnya. Tetapi, kali ini adalah muslihat yang tentunya telah direncanakan sebelumnya oleh anak-anak kelas tiga.
            Bagus, rencana berjalan dengan mulus, pikir Hannah. Hannah pun segera meminta izin kepada Nona Scott supaya diperbolehkan ke toilet. Nona Scott segera mengiyakannya. Padahal, sesungguhnya Hannah ingin menyembunyikan iPod Derrick. Akan tetapi, ia bingung sejenak, mau disembunyikan di mana iPod itu? Lalu, tiba-tiba ia teringat bahwa sekolah mereka mempunyai sebuah ruangan, yang tak seorang pun pernah masuk ke dalamnya, karena di depan pintunya tertulis, ‘Dilarang Masuk.’ Biarpun begitu, pintu itu terlihat sama seperti yang lain.
            Hannah berjalan perlahan menuju pintu itu. Setelah sampai di depan pintu itu, ia bimbang apakah akan membukanya atau tidak. Ia tidak mau menghancurkan rencana pesta kejutan untuk Derrick, tetapi ia juga takut akan hukuman yang akan diberikan apabila ada yang membuka pintu itu: diskors selama seminggu. Setelah melalui pertimbangan yang amat banyak, Hannah melihat-lihat ke sekeliling. Tidak ada siapa-siapa. Diputuskanlah untuk membuka pintu itu, lalu ia segera meletakkan iPod Derrick di lantai ruangan, dan menutup pintunya kembali. Dengan perasaan cemas, Hannah pun berjalan menuju kelasnya dengan tergesa-gesa.

* * * * *

Hannah duduk di kursinya dengan perasaan yang masih campur-aduk. Yang ia takuti
hanyalah apabila ia menggagalkan pesta kejutan itu. Sekarang memang waktu istirahat, tetapi Hannah tak kunjung beranjak dari kursinya.
“Kamu kenapa sih?” tanya Derrick yang tiba-tiba duduk di sebelah Hannah.
“Nggak apa-apa, memangnya kenapa sih?” sahut Hannah, malah balik bertanya.
“Dari tadi murung terus. Aku ke lapangan dulu, ya, mau main!” seru Derrick sambil berlari meninggalkan kelas. Hannah hanya mengangguk mengiyakan.
Dalam hatinya, Hannah merasa bersalah menyembunyikan iPod Derrick di  ruangan yang sebenarnya tidak boleh dimasuki itu, tetapi apa boleh buat, ini juga dilakukannya demi suksesnya pesta kejutan untuk Derrick. Hannah sedikit bernapas lega. Dengan perasaan lega itu ia akhirnya pergi ke kantin dan membeli beberapa makanan ringan dan minuman.

* * * * *

Kriiing!!
Bel tanda sekolah usai akhirnya dibunyikan juga. Hannah semakin merasa lega, karena itu artinya sebentar lagi perasaan cemasnya akan berakhir. Tapi, ia juga sedikit cemas, karena ruangan yang ia pakai untuk menyembunyikan iPod-nya terlihat begitu seram dan sangat terlarang.
“Hannah. Kamu liat iPod-ku?” Tanya Derrick. Hannah sedikit senang karena Derrick mencari-cari iPod-nya, tandanya rencananya berhasil. Seberkas senyuman tampak di wajah Hannah. Derrick semakin curiga.
“Kamu menyembunyikannya ya? Benarkah itu, Hannah?” lanjut Derrick.
“Kamu tidak boleh asal menuduhku seperti itu!” jawab Hannah. Aktingnya cukup meyakinkan. Dan karena Derrick percaya dengan sahabatnya, ia tidak jadi menuduhnya. Derrick marah besar.
“Heh kalian! Dimana iPod-ku?! Kembalikan!” teriak Derrick. Ia mengancam satu kelas jika tidak ada yang mengaku ia akan meneror semua anak di kelas itu. Hannah merasa iba, tapi ia tetap professional dengan menjalankan rencana semulanya.
“Hannah, Derrick sudah marah besar tuh. Kembalikan saja iPod-nya!” bisik salah seorang teman sekelas mereka, Josephine. Akhirnya Hannah keluar bersama Josephine untuk mengambil iPod yang tadi disembunyikannya.
Sesampai mereka di sana, iPod Derrick sudah menghilang. Hannah panik. “Dimana iPod-nya?!”
Ternyata Josephine sudah mengambil iPod itu duluan. Ia memegang iPod itu sambil menjulurkan lidahnya. “Haha, kena kau Hannah! Ayo sekarang kita kembali ke kelas untuk mengembalikan iPod milik Derrick. Aku tidak sabar melihat muka paniknya itu!”
Mereka pun kembali ke kelas. Di kelas, Derrick sedang mengobrak-abrik laci salah satu temannya sambil menggerutu sendiri. Melihat Derrick yang menggila, membuat Hannah semakin iba terhadapnya.
“Derrick, selamat ulang tahun ya. Ini iPod-mu,” kata Hannah sambil menyerahkan iPod milik Derrick. Derrick senang, walaupun terlihat di mukanya bahwa ia masih sedikit marah. Derrick tidak mengucapkan apa-apa kepada Hannah dan berlalu meninggalkan kelas tanpa sepatah kata pun. Hannah menjadi sedih, juga khawatir. Apakah Derrick marah dengan tingkahnya. Padahal, hadiah darinya belum diberikan kepada Derrick.
“Ayolah, semangat Hannah! Coba kau minta maaf saja kepada Derrick. Mungkin menurutnya, tingkahmu terlalu berlebihan jadi ia sampai marah kepadamu. Derrick bukan orang yang ganmpang marah, kan?” kata Josephine menenangkan Hannah yang masih panik.
“Kau tau, Jo? Derrick tidak gampang marah? Dan ini pertama kalinya ia marah kepadaku. Dan aku orang pertama yang membuatnya marah. Bagaimana ini……,”
Terjadi keheninagn yang sangat lama. Hannah pun pulang ke rumah karena sudah sore. Di perjalanan pulang, ia masih memikirkan Derrick. Karena itu pertama kalinya Derrick semarah itu kepada Hannah. Ia menunduk sambil menendang-nendang kerikil yang ada di hadapannya. Hatinya gundah.
Tanpa disadari, ternyata Derrick mengikutinya sampai pulang ke rumah. Sebenarnya Derrick tidak marah kepada Hannah, tapi ia hanya ingin mengerjai Hannah. Dan ia ingin menyatakan perasaannya kepada Hannah, pada hari itu juga.

* * * * *
“Surprise, Hannah! Aku tidak marah kok sama kamu,” ujar Derrick disertai senyuman yang menghias wajah tampannya. Tetapi Hannah masih tidak mengerti dan ia menangis di hadapan Derrick.
“Maksud kamu apa? Aku….. Maaf tadi aku menyembunyikan iPod-mu…. Itu kejutan dariku… Aku berniat ingin mengerjaimu, tapi malah jadi begini… Maaf Derrick,” jelas Hannah. Hannah mengeluarkan kotak kecil dari dalam tasnya. Kotak kecil itulah hadiah dari Hannah untuk Derrick.
“Ini apa?” Tanya Derrick.
“Buat kamu. Tadinya aku mau ngasih. Selamat ulang tahun Derrick Johnson.”
“Oh iya, aku mau bilang sesuatu sama kamu,” kata Derrick. Hannah langsung menghapus air mata yang mengalir di pipinya dan menggantinya dengan senyuman. “I love you, Hannah. Will you be my girlfriend?” Lanjut Derrick. Pipi Hannah memerah. Dan kali ini tangisan itu berubah mnejadi tangisan haru.



The writer says: 
This is a klise story. So I was checking my files to delete some unused files, and I saw this. I don't know who wrote this story, but I think it's mine... lol. 
#salamjomblo