Dheeydheey sedang berjalan di koridor sekolah. Setelah mengikuti ekskul Palang Merah Remaja (PMR) di sekolahnya, ia menunggu dijemput oleh mamanya. Sebelum itu, dia mengunjungi Cheeypheey di lab IPA. Cheeypheey habis mengikuti ekskul Science Club di sekolahnya. Cheeypheey pulang bersama Alheep, yang sedang menunggu Cheeypheey sambil bermain basket padahal dia gak bisa main basket. Dheeydheey envy melihat Cheeypheey dan Alheep. Kenapa di anniversary-nya yang ke lima bulan, Ghalheeyh malah pulang duluan. Yang membuat Dheeydheey menjadi galau. Lalu, tiba-tiba, Alheep mengeluarkan bunga, lalu diberinya ke Dheeydheey.
"Nih, buat lo." Kata Alheep."Hah? Lo salah kasih kali ya? Buat Cheeypheey, kan ini?" Ujar Dheeydheey sedikit bingung. Cheeypheey hanya berdiri. Dia tidak cemburu, karena dia tau untuk apa bunga itu diberikan kepada Dheeydheey. "Gak kok. Buat lo. Gue sama Cheeypheey balik duluan ya." "Daaaaa Dheeyy! Nanti greet Cheeypheey, yaa!" Pamit Cheeypheey dilanjutkan dengan menjulurkan lidahnya. Dheeydheey hanya tertawa melihat kedua pasangan yang ceweknya lebih tinggi sedikit dari cowoknya.
Untuk apa bunga ini diberikan kepada Dheeydheey? Ah. Alheep ada-ada saja.
'Cause there's something in the way, you look at me..... It's as if my heart knows you're the missing piece, you make me believe that there's nothing in this world I can't be, I never know what you see, but there's something in the way you look at me...
Lagu ini! Dheeydheey sangat kenal dengan lagu ini! Juga suara ini! Suara siapa ini? Dheeydheey seperti pernah mendengarnya.. Dheeydheey pun membalikkan badan. Dan, terdapat seseorang disitu, sedang bernyanyi sambil memainkan piano. Yaitu, Ghalheeyh. Dheeydheey sepicles.
"Happy anniversary sweetheart. I can't give you big things such as presents, and gifts, and a thousand roses. I can only give you this song, this paper, and my love. I love you, babe.."
-----------------
Cheeypheey menekan tombol-tombol yang ada di layar handphone-nya dengan cepat. Ia sedikit galau, tanpa alasan. Lalu, terdengar suara bunyi telepon dari handphone-nya. Ternyata itu dari Ghalheeyh. Cheeypheey segera mengangkatnya. "Ya, halo, Ghal?"
"Cheeyp, ini penting. Lo harus ke RS Fatmawati sekarang juga. Alheep kecelakaan."
-----------------
"ALHEEP!!! Kamu gak apa-apa kan? Bilang kamu gak apa-apa, bilang Lheep!" Teriak Cheeypheey di sebelah Alheep yang sedang dilarikan ke UGD. "Maaf mbak, tapi, Alheep sedang dalam keadaan tidak sadar. Jadi, mbak dimohon untuk tenang. Nanti kami akan kasih kabar."
Cheeypheey tidak bisa lagi menahan air matanya untuk keluar. Tetapi, air matanya mengalir dengan sangat derasnya melihat keadaan Alheep yang telah dilumuri cairan berwarna merah. Di ruang tunggu, sudah ada orang tua Alheep, Ghalheeyh, dan Dheeydheey. Dheeydheey langsung menghampiri Cheeypheey dan memeluknya. "Yang sabar, ya, Cheeyp... Alheep pasti bakalan sembuh kok. Cheeypheey berdoa aja yang terbaik buat Alheep, ya? Sekarang Cheeypheey senyum dong. Kalo nangis matanya tambah sipit loh.." Ujar Dheeydheey memberi Cheeypheey semangat.
"Makasih Dheey... Tapi, Alheep...."
"Alheep pasti baik-baik aja kok. Tenang dulu lah Cheeyp. Percaya deh sama Dheeydheey."
Lama kelamaan, Cheeypheey bisa tenang. Orang tua Alheep dari tadi mondar-mandir saking cemasnya kepada Alheep. "Emang gimana sih, Ghal, kejadiannya? Kenapa Alheep bisa kecelakaan?!" Tanya Cheeypheey masih dirundung kesedihan.
"Gue gak tau pastinya, pokoknya, kejadiannya itu, persis banget masih deket sekolahan. Pas gue sama Dheeydheey lagi jalan, gue liat dia terkapar di jalanan berlumuran darah." Jelas Ghalheeyh.
"Udah ah, jangan ceritain kejadiannya ke Cheeypheey. Mungkin dia masih syok. Kamu jangan malah bikin Cheeypheey sedih lagi dong ah." Ujar Dheeydheey. Dheeydheey memeluk Cheeypheey lagi yang matanya sudah berkaca-kaca. "Cheeyp, udahan ah nangisnya. Nanti tambah sipit. Gak mau kan, Dheeydheey katain sipit terus?"
Air mata Cheeypheey turun lebih deras. Dia sangat takut kalau terjadi apa-apa dengan Alheep. Pikirannya melayang kemana-mana. Tiba-tiba, dia teringat di hari ketika Alheep menyelamatkan Cheeypheey dari remed PLKJ Pak Apheep yang katanya susah itu. Lalu, dia teringat semua hal tentang Alheep yang telah membuatnya terbang keliling dunia.
Tiba-tiba, dokter keluar dari UGD. Cheeypheey tidak sadar akan hal itu. Ghalheeyh dan Pak Dokter berbicara berdua. "Jadi, Dok, bagaimana keadaan teman saya, Alheep?" Tanya Ghalheeyh.
"Kemungkinan kecil, Alheep masih bisa beraktifitas seperti biasa. Tapi, dalam beberapa minggu ini, dia masih harus dirawat. Hanya sedikit gegar otak kecil yang bisa menyebabkan hilang ingatan dalam jangka waktu pendek. Jadi, kemungkinan dia tidak akan ingat apa yang telah terjadi dari bulan Juli."
"JULI, DOK?! Tapi, itu lama sekali. Dan, Alheep malah mendapat banyak kenangan manbis dari bulan Juli, Dok."
"Sayang sekali untuk hal hilang ingatan, kami belum bisa menyembuhkannya. Tapi, Alheep masih bisa beraktifitas seperti biasa. Hanya saja, beberapa minggu ini, Alheep masih harus beristirahat. Jangan terlalu banyak bergerak. Itu saja. Terima kasih." Jelas Dokter.
"Gimana, Ghal? Gimana Alheep?! Dia baik-baik aja kan?" Tanya Cheeypheey kepada Ghalheeyh.
"Dia.. dia.... Baik-baik aja kok."
(to be continued)
The writer says:
Ini salah satu cerita yang bikinnya gak ada semangat sama sekali. Bener-bener lagi dalam keadaan ngantuk+galau. Maaf kalo typo dan salah kata.
No comments:
Post a Comment